Heteromorfisme Folium Bambusa sp pada Fase Muda dan Fase Dewasa

Posted under Uncategorized by shelli on Friday 12 March 2010 at 8:56 am

A. Klasifikasi Tanaman Bambu


Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta

Super Divisi : Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Monocotyledonae

Sub Kelas : Commelinidae

Ordo : Poales

Famili : Poaceae

Genus : Bambusa

Spesies : Bambusa sp

Gambar 1 Bambusa sp


B. Morfologi Tanaman Bambu (Bambusa sp)

Bambu tergolong keluarga Graminae (rumput-rumputan). Tanaman ini juga sering disebut sebagai rumput raksasa (Giant Grass). Bambu merupakan tanaman berumpun yang terdiri dari sejumlah batang/ buluh yang tumbuh secara bertahap dari mulai rebung (tunas bambu), batang muda, dan batang dewasa pada umur 4 – 5 tahun.

Bambu memiliki tiga bagian tubuh utama yang tampak, yaitu akar, batang, dan daun. Akar bambu terdiri atas rimpang (rhizon) yang berbuku dan beruas. Pada buku akan ditumbuhi oleh serabut dan tunas yang dapat tumbuh menjadi batang.

Sedangkan batang bambu berbentuk silindris, berbuku-buku, beruas-ruas, berongga (ada pula yang masif), berdinding keras, pada setiap buku terdapat mata tunas atau cabang. Warna batangnya biasanya hijau dan jika sudah tua akan menguning atau cokelat. Tumbuhnya ke atas dan tegak lurus (erectus).

Bagian selanjutnya adalah daunnya, daun bambu (folium Bambusa sp) merupakan bagian yang memiliki heteromorfisme pada fase kehidupannya. Berikut adalah pembahasan mengenai heteromorfisme Bambusa sp.

C. Heteromorfisme Folium Bambusa sp

Heteromorfisme folium Bambusa sp merupakan perbedaan susunan daun dan tata letak daun pada fase muda dan fase tuanya, sedangkan pada fase tunas (rebung) belum ada daun yang muncul dan tumbuh.

a. Fase Muda

Pada fase muda, dimana diameter batangnya masih sekitar 3 – 5 cm, muncul daun tunggal dari tiap nodus-nodusnya. Morfologi daun tunggal pada fase muda ini antara lain daun berbentuk lanset, tepi daun rata, ujung daun lancip, memiliki tangkai daun yang sangat pendek yang langsung menempel pada nodus, sehingga tampak seolah-olah daun itu tidak memiliki tangkai. Selain itu, daun tunggal ini memiliki pertulangan daun sejajar dan permukaan daun licin. Merupakan daun tunggal dengan tata letak daun saling berhadapan dan berselang-seling. Daun yang masih muda terletak di bagian ujung batang muda, dan masih menggulung secara vertikal. Pada umumnya, daun yang terletak di bagian atas berukuran lebih besar dan lebih panjang daripada daun-daun tunggal yang terletak di bawahnya.


Gambar 2 : Sehelai daun tunggal Bambusa sp pada fase tumbuhan muda


Gambar 3 : tata letak daun tunggal saling berhadapan dan berselang-seling

Gambar 4 : daun yang terletak di bagian atas dari batang bambu muda berukuran lebih besar dan lebih panjang daripada daun-daun tunggal yang terletak di bawahnya

Gambar 5 : Daun yang masih muda terletak di bagian ujung batang muda, dan masih menggulung secara vertikal



b. Fase Dewasa

Batang bambu muda akan terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan sampai dewasa, sementara daun tunggal yang ada pada fase muda akan gugur. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya daun tunggal yang masih menempel pada batang bambu yang telah dewasa. Pada bambu yang sudah dewasa, sifat batangnya sudah sangat keras dengan diameter lebih dari 5 cm. susunan daunnya berbeda dengan fase tua, daun yang muncul dan tumbuh bukan lagi merupakan daun tunggal, melainkan daun majemuk. Dari tiap nodus batang utama, tumbuh ibu tangkai daun. Selanjutnya dari setiap nodus ibu tangkai daun, tumbuh anak tangkai daun, dan dari setiap nodus anak tangkai daun inilah baru muncul tangkai daun dan daun-daun majemuk. Daun majemuk pada fase dewasa ini merupakan daun majemuk menyirip ganjil. Morfologi satu helai daun majemuk ini sama dengan daun tunggal pada fase muda.


Gambar 6 : morfologi sehelai daun tunggal pada fase bambu muda (kiri) = morfologi sehelai daun majemuk pada fase bambu dewasa (kanan)

Gambar 7 : daun majemuk menyirip ganjil pada fase bambu dewasa


D. Kesimpulan

Tanaman Bambusa sp mengalami heteromorfisme pada foliumnya, dimana pada fase bambu muda memiliki susunan daun tunggal dan pada fase bambu dewasa, daun tunggal gugur dan kemudian pada tiap nodusnya tumbuh ibu tangkai daun, anak tangkai daun, dan daun-daun majemuk.

Daftar Pustaka

http://en.wikipedia.org/wiki/bambusa.html (diakses pada 7 Maret 2010)

http://www.plantamor.com/bambu.html (diakses pada 7 Maret 2010)

http://lifestyle.okezone.com/filosofipohonbambu.htm (diakses pada 7 Maret 2010)

Hello world!

Posted under Uncategorized by shelli on Saturday 13 February 2010 at 10:12 am

Welcome to UNS Social Network ™.
Terima Kasih telah menggunakan blog staff UNS. Selamat menggunakan blog. Untuk Kesulitan silahkan ym dengan admin YM : w4ww4n , you_dhi_aks, dan hendri_des

Atau kunjungi blog admin
Admin 1 :Ardian M. Prastiawan
Admin 2 :Sri Wahyudi (FMIPA)
Admin 3 :Hendri Desitwanto (FKIP)